Tampilkan postingan dengan label Healthy and Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy and Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

Pusing akibat Wiski Lebih Buruk dari Vodka

Berat ringannya perasaan pusing, mual, atau tak enak badan yang sering dirasakan pada waktu bangun pagi setelah minum minuman keras tidak hanya bergantung pada jumlah minuman yang ditenggak, tetapi juga jenis minumannya.

Menurut peneliti dari Brown University, Inggris, minum wiski menyebabkan rasa pusing yang lebih buruk dibanding jika Anda menenggak vodka. Meski begitu, kebanyakan minum vodka pun tak membuat Anda bangun lebih segar esok paginya.

Kesimpulan tersebut dihasilkan lewat penelitian yang melibatkan 96 partisipan. Semuanya adalah orang sehat dan peminum alkohol. Sebelum diminta mengonsumsi wiski atau vodka, mereka melakukan aklimatisasi atau adaptasi dengan meminum alkohol sepertiga gelas.

Di hari kedua, barulah para partisipan ini diberi wiski atau vodka. Kemudian di hari ketiga, mereka diberi minuman yang tidak mengandung alkohol. Setiap pagi setelah malam sebelumnya mengonsumsi minuman, mereka ditanyai mengenai kondisi fisiknya dan diminta melakukan tes yang membutuhkan konsentrasi.

Partisipan yang mendapat minuman wiski mengaku lebih merasakan gejala tidak enak badan, seperti sakit kepala, mual, kehausan, dan kelelahan, dibanding mereka yang minum vodka. Meski begitu, baik peminum wiski maupun vodka, hasil tes konsentrasi mereka sama saja.

Profesor Damaris Rohsenow, kepala peneliti, mengatakan orang yang bekerja di bidang keselamatan bisa terganggu oleh minuman keras, bahkan jauh setelah alkohol itu sudah hilang di peredaran darah.


Menurut Rohsenow, jumlah molekul yang disebut congoners yang terdapat dalam vodka lebih sedikit dibanding wiski sehingga perasaan tidak enak yang dialami para peminum agak lebih baik. Selain itu, vodka juga hanya mengandung sedikit senyawa kimia seperti aceton, acetaldehyde, dan tannins. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research.


CT Scan Dapat Mengakibatkan Kematian

Chicago: Radiasi dari CT scan yang dilakukan pada 2007 akan menyebabkan 29.000 kanker dan membunuh sekitar 15.000 orang Amerika, kata para peneliti, seperti dilansir Reuters, Senin (14/12).

Temuan yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine, menambah bukti yang semakin banyak bahwa orang Amerika terlalu sering terkena sinar radiasi dari tes diagnostik, terutama dari jenis khusus sinar-X yang disebut computed tomography, atau lebih dikenal dengan sebutan CT scan.


http://www.virtualmedicalcentre.com/uploads/VMC/DiseaseImages/739_ct_scan.jpgMenurut Dr. Rita Redberg, editor dari Archives of Internal Medicine, CT scan memberikan radiasi dan kanker dalam jumlah yang besar. Diperkirakan, hanya melalui CT scan yang dilakukan dalam setahun, yaitu pada 2007, mengakibatkan 15.000 orang mati. CT scan melibatkan dosis radiasi lebih tinggi daripada sinar-X konvensional. CT scan pada dada pasien memperlihatkan dosis radiasi lebih dari 100 kali daripada sinar-X di dada.

Sekitar 70 juta CT scan yang dilakukan pada 2007 di Amerika, menyebabkan 29.000 orang akan terkena kanker. Sepertiga dari kanker diproyeksikan akan terjadi pada orang berusia 35-54, dua per tiga akan terjadi pada wanita dan 15 persen akan muncul dari scanning yang dilakukan pada anak-anak dan remaja.

Sabtu, 12 Desember 2009

Sembelit Bisa Berujung Parkinson

Minnesota: Anda yang memliki riwayat sembelit, berhati-hatilah. Menurut sebuah penelitian, sembelit bisa berujung pada penyakit Parkinson. Dr. Walter A. Rocca dari Mayo Clinic in Rochester, Minnesota, menemukan, mereka yang mengidap sembelit punya peluang dua kali lipat untuk menderita Parkinson dibandingkan mereka yang jauh dari gangguan itu. Demikian dilansir Reuters, Senin (1/12).

http://www.aquatictherapist.com/.a/6a00d83453c2c669e2011570bd82a8970b-800wiParkinson sendiri adalah penyakit otak degeneratif tubuh yang menyebabkan gemetar, kaku otot, kesulitan berjalan,dan bicara. Penyakit ini mengubah sistem saraf otonom, yang mengendalikan proses spontan tubuh seperti detak jantung, pencernaan, air liur, dan fungsi usus. Sedangkan sembelit merupakan manifestasi awal dari proses neurodegeneratif yang mendasari penyakit Parkinson.

Penyelidikan lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi dan mengevaluasi potensi tambahan hubungan antara sembelit dan penyakit Parkinson. Sementara itu, disarankan agar penderita sembelit untuk tetap fokus pada upaya mengatasi gangguan itu saat ini daripada khawatir akan risiko penyakit Parkinson.



Amankah Sushi Dikonsumsi?

Seperti dilansir LiveScience, seorang pria dari Chicago, Amerika Serikat, menggugat sebuah restoran yang diduga menyajikan salmon matang berisi parasit cacing pita. Jika makanan matang saja mengandung cacing pita, bagaimana dengan Sushi? Masih tertarikkah Anda untuk mengonsumsinya?


http://paulbuckley14059.files.wordpress.com/2007/08/sushi.jpg
Anda tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi Sushi, karena menurut seorang ilmuwan makanan, selama sushi disiapkan dengan baik dan benar, tidak menjadi masalah untuk mengonsumsinya. Memang benar ikan mentah berpotensi menimbulkan bahaya bagi konsumen. Bakteri dapat dengan cepat berkembang pada ikan segar yang kemudian menghasilkan enzim histamines. Enzim ini dapat menimbulkan keracunan Scombroid.

Biasanya, pemilik restoran sushi mengambil langkah-langkah tertentu dalam menangani dan menyiapkan ikan mereka. Misalnya, membekukan ikan pada suhu -20 derajat Celcius selama 15 jam yang dapat membunuh setiap parasit dan memberikan asam cuka pada nasi untuk membunuh mikroba.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan para pecinta Sushi:
1) Memilih restoran yang baik dan benar.
2) Membeli ikan yang telah dibekukan.
3) Memakan sushi sesegera mungkin, dan tidak membiarkannya di lemari es lebih dari 24 jam.



Botol Plastik Berakibat Impotensi

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (11/12), pria pekerja pabrik di Cina memiliki masalah seksual yang tinggi. Hal ini diebabkan mereka setiap hari berhubungan dengan senyawa kimia yang banyak digunakan pada botol plastik, demikian menurut sebuah laporan penelitian.

Bisphenol A (BPA) adalah senyawa kimia yang sangat berbahaya, karena berdampak impotensi dan menurunkan keinginan dan kepuasan seksual. BPA digunakan dalam berbagai produk-produk konsumen, termasuk beberapa botol plastik keras dan metal makanan atau minuman kaleng. Beberapa pembuat botol bayi baru-baru ini mengatakan mereka telah berhenti menggunakan bahan kimia BPA. Sekitar 90 persen dari populasi Amerika Serikat terdeteksi membawa BPA dalam air seninya.

Para ilmuwan khawatir bahwa paparan BPA mungkin membahayakan reproduksi dan sistem saraf, dan mungkin memicu kanker prostat dan kanker payudara. Tahun lalu, sebuah studi pendahuluan BPA diduga terkait dengan kemungkinan resiko penyakit jantung dan diabetes.

Dibandingkan dengan pekerja lain, pria dengan kontaminasi BPA tinggi, empat kali lebih mungkin untuk melaporkan kesulitan mencapai ereksi, sekitar tujuh kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan berejakulasi, dan sekitar empat kali lebih mungkin untuk melaporkan dorongan seks rendah atau kepuasan rendah dalam kehidupan seks mereka.

Efeknya dramatis dan "cukup jelas berhubungan dengan eksposur," kata Linda Birnbaum, direktur Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan.

http://wb5.itrademarket.com/pdimage/64/1286064_sany4183.jpg

Sepuluh Alasan Seks Membuat Pria Lebih Sehat

Kesehatan seksual yang baik sangat penting untuk kesehatan fisik, dan psikologis seorang laki-laki. Secara keseluruhan, seks dapat berpotensi mengurangi resiko kanker prostat. Seks merupakan aktivitas yang bebas biaya dan menyenangkan. Lebih murah daripada menjadi anggota sebuah klub kebugaran, demikian dilansir AskMen baru-baru ini.

Ada beberapa hal yang membuat pria lebih sehat dengan melakukan seks, seperti:

Pertama, dengan melakukan seks secara rutin berarti kita melakukan pembakaran kalori. Jika Anda menghabiskan waktu setengah jam untuk berhubungan seks setiap hari, Anda dapat menurunkan berat sekitar sepuluh pound atau lebih selama setahun.

Kedua, selain membakar kalori, seks juga membantu produksi testosteron, yang dapat memperkuat tulang dan otot. Testosteron juga bertanggung jawab untuk menjaga tingkat energi yang sehat, suasana hati, kesuburan, dan hasrat seksual. Jadi, berhubungan seks saat ini bisa membantu menjaga gairah seks mendatang. Penurunan kadar testosteron, yang dikenal sebagai andropause atau menopause laki-laki, dapat mengakibatkan beberapa efek samping termasuk penurunan libido, kelelahan dan depresi.

Ketiga, pencegahan kanker. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pria yang ejakulasi lebih dari 30 persen secara teratur lebih kecil kemungkinannya untuk terkena kanker prostat. Ejakulasi secara teratur, baik dari hubungan seksual atau masturbasi, membantu flush prostat, yang dapat membantu mengekang perkembangan kanker prostat.

Keempat, penghilang stres. Penurunan tekanan darah yang diakibatkan dari hubungan seks dapat membantu menurunkan tingkat stres Anda.

Kelima, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, karena seks merupakan bentuk olahraga yang baik, masuk akal bahwa hal itu akan berdampak positif terhadap kesehatan jantung Anda. Sebuah studi dari Queens University menunjukkan bahwa pria yang berhubungan seks lebih dari tiga kali seminggu mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

Keenam, meningkatkan kekebalan. Pria mungkin tidak menyadari bahwa hubungan seksual secara teratur meningkatkan tingkat immunoglobulin A, sebuah antibodi yang dikenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Seks sekali atau dua kali seminggu dapat membantu mencegah pilek atau flu.

Ketujuh, peningkatan keakraban. Tepat sebelum orgasme sejumlah endorfin dilepaskan dan kadar hormon oksitosin, kadang-kadang disebut sebagai "hormon cinta," naik hingga lima kali tingkat normal. Oksitosin juga telah berkaitan dengan peningkatan rasa kemurahan hati, dan dikenal untuk bertindak sebagai neurotransmitter di otak, membangun kepercayaan dan membantu untuk memperkuat ikatan.

Kedelapan, seks juga dapat membantu mengurangi rasa sakit yang terkait dengan masalah umum seperti sakit kepala atau arthritis.

Kesembilan, seks juga memberikan ketenangan saat tidur malam.

Kesepuluh, seks membuat kesehatan reproduksi untuk jangka panjang makin baik.

Rokok Membunuh Lima Juta Orang Tiap Tahun

Apakah Anda salah satu perokok berat? berhati-hatilah! sebab menurut laporan badan kesehatan dunia WHO, setiap tahun sedikitnya lima juta orang meninggal dunia akibat menghisap rokok. Perokok tak hanya membahayakan dirinya sendiri. Dalam laporan itu disebutkan, setidaknya 600 ribu orang meninggal dunia karena menghirup asap rokok secara tak langsung.

http://brigif7-rimbaraya.info/wp-content/uploads/2009/10/rokok1.jpegAngka kematian akibat rokok tampaknya akan terus bertambah. Dalam sebuah laporan baru tentang penggunaan dan pengendalian tembakau, seperti dilansir Associated Press (Rabu (9/12), PBB mengatakan hampir 95 persen penduduk dunia tidak dilindungi undang-undang larangan merokok.

Laporan itu memang menyebut strategi yang diterapkan sejumlah negara untuk mengurangi rokok, seperti melindungi orang-orang dari asap, menegakkan larangan iklan tembakau, dan menaikkan pajak produk tembakau. Tapi hanya 10 persen penduduk dunia yang dilindungi oleh aturan-aturan itu.

"Masyarakat perlu lebih dari sekadar diberitahu bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan," kata Douglas Bettcher, salah satu Direktur WHO. "Pemerintah mereka harus menerapkan Konvensi Kerangka Kerja WHO."

Namun kebijakan WHO ternyata dianggap kurang jitu. "Menaikkan pajak produk tembakau dan melarang iklan, tidak akan mengatasi akar penyebab mengapa orang merokok," ucap Basham, Direktur Institute Demokrasi London.

Menurut Basham, orang akan menghindari rokok jika kehidupan ekonominya makin meningkat dan makin terdidik. Karena itu Basham meminta pejabat WHO untuk fokus juga pada langkah-langkah antikemiskinan, meskipun itu berada di luar mandat WHO sebagai lembaga kesehatan.

Basham mengingatkan, jika kebijakan tak segera diambil, delapan juta orang akan meninggal dunia setiap tahun pada 2030 nanti.



Faktor Gen Ibu Pengaruhi Kelahiran Anak Prematur

Sebuah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemungkinan besar gen memainkan peran wanita hamil saat melahirkan prematur, yaitu minggu ke-37 kehamilan. Seperti dilansir Reuters, belum lama ini, risiko kelahiran prematur dapat meningkat bilamana sang ibu memiliki riwayat keluarga dengan kehamilan prematur juga.

Dua penelitian baru melaporkan dalam American Journal of Epidemiology, gen ibu merupakan kunci yang mempengaruhi perkembangan janin dalam mewarisi sifat dari kedua orang tuanya. Tetapi perlu untuk diketahui wanita dengan riwayat kelahiran prematur memiliki risiko tinggi untuk melahirkan secara prematur pula, dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat prematur. Sebaliknya, wanita dengan kelahiran prematur dari pihak ayah tidak memiliki risiko melahirkan prematur. Hal ini terbukti dalam temuan pada penelitian kedua yang meneliti 989.000 kelahiran di Swedia antara 1992-2004.

Peneliti menemukan bahwa wanita dari saudara yang telah melahirkan prematur memiliki risiko 80 persen lebih tinggi dibanding wanita yang tak mempunyai riwayat. Tidak ada bukti yang mengatakan peningkatan risiko berasal dari faktor-faktor nongenetik yang dapat mempengaruhi kemungkinan lahir prematur, seperti merokok atau tingkat pendidikan rendah.

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20091005_023206_b2.gif
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gen ibu penting bagi risiko kelahiran prematur," tulis Dr. Anna C. Svensson, pemimpin penyelidik studi di Swedia dan seorang peneliti di Institut Karolinska di Stockholm, dalam surat elektronik yang dikirim kepada Reuters Health.

Menurut Svensson, gen mengatur lingkungan rahim selama kehamilan. Svensson juga menekankan, sekalipun penelitian ini menyoroti peran gen ibu dalam kelahiran prematur, itu tidak berarti menjadikannya risiko tinggi untuk setiap wanita dengan ibu atau saudara perempuan yang memiliki riwayat melahirkan sebelum waktunya.

"Penelitian kami memperkirakan kepentingan relatif gen dan lingkungan untuk variasi dalam kelahiran prematur pada tingkat populasi," para peneliti menjelaskan, "Di tingkat individu, sejauh mana gen dan lingkungan benar-benar menentukan risiko kelahiran prematur berbeda-beda."