Tampilkan postingan dengan label Knowledge and Nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge and Nature. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

5 Gunung teraktif di Dunia

Gunung Teraktif di Dunia - Anda mungkin agak sedikit bosan bahkan mungkin sudah hafal dengan berita gunung aktif di Indonesia yang hingga kini masih mengancam sebagian orang. Seperti meletusnya Gunung Merapi yang hingga kini belum berangsur turun statusnya, namun sudah tahukah anda tentang Gunung teraktif di Dunia??konon katanya gunung teraktif ini selalu aktif selama kurang lebih ratusan tahun dan sampai sekarang belum berangsur turun.


Setelah mengetahui Gunung Teraktif di Dunia berikut ini pasti anda akan tidak terkejut lagi dengan Gunung Merapi yang sampai sekarang terlihat sangat aktif, namun keaktifannya masih belum seberapa jika dibandingkan gunung-gunung lain. Masih banyak gunung api lainnya di dunia yang lebih aktif.



Dan berikut ini adalah gunung teraktif di dunia berdasarkan laporan Paul Kimberly, Program Manager Global Volcanism, Smithsonian Institution. Keaktifan dilihat dari lama waktu gunung tersebut aktif secara terus menerus.



1. Yasur
Gunung ini terletak di Pulau Tanna, bagian dari negara kepulauan Vanuatu di Pasifik Selatan. Ketinggian gunung ini hanya 361 meter namun keaktifannya telah berlangsung terus menerus selama 111 tahun.



2. Etna
Gunung ini juga terletak di Italia. Memiliki ketinggian 3340 meter, gunung ini telah aktif secara terus menerus selama 109 tahun. Letusan Etna paling hebat terjadi pada tahun 1669.




3. Stromboli
Gunung ini telah aktif secara terus menerus selama 108 tahun. Terletak di Italia, gunung ini sering disebut "Lighthouse of the Mediterranean." Salah satu erupsinya pada tahun 2002 mengakibatkan tsunami kecil dan kerusakan di Desa Stromboli yang terletak berdekatan dengannya.




4. Santa Maria
Gunung santa Maria terletak di Guatemala. Ketinggian gunung ini mencapai 3772 meter. Erupsi terbesarnya adalah pada tahun 1902 dan merupakan salah satu erupsi terbesar sepanjang abad 20. Gunung ini telah aktif terus menerus selama 101 tahun.




5. Sangay
Gunung yang terletak di Ekuador ini telah aktif terus menerus selama 94 tahun. Aktivitas erupsi awal ditemukan pada tahun 1628. ementara, aktivitas erupsi secara berkelanjutan tercatat dari tahun 1728 - 1916 dan 1934 hingga kini. Ketinggian gunung ini adalah 5230 meter.


Tsunami

Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah lain. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologigeografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".
Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.
Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.
Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam.

Terminologi

Kata tsunami berasal dari bahasa jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 195 tsunami telah terjadi.
Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.
Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan "pasang-surut" meliputi "kemiripan" atau "memiliki kesamaan karakter" dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.
Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamilië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Acehadalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti "gelombang". Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalamBahasa Defayansmong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulaiemong berarti tsunami.

Penyebab terjadinya tsunami

Skema terjadinya tsunami
Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung apigempa bumilongsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Gempa yang menyebabkan tsunami
  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Pemerintah Indonesia, dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem yang ada sekarang ini sedang disempurnakan. Kedepannya, sistem ini akan dapat mengeluarkan 3 tingkat peringatan, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System - DSS).
Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi(RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini didesain untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu paling lama 5 menit setelah gempa terjadi.
Sistem Peringatan Dini memiliki 4 komponen: Pengetahuan mengenai Bahaya dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.Observasi (Monitoring gempa dan permukaan laut), Integrasi dan Diseminasi Informasi, Kesiapsiagaan.

Cara Kerja

Sebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan banyak pihak secara internasional, regional, nasional, daerah dan bermuara di Masyarakat.
Apabila terjadi suatu Gempa, maka kejadian tersebut dicatat oleh alat Seismograf (pencatat gempa). Informasi gempa (kekuatan, lokasi, waktu kejadian) dikirimkan melalui satelit ke BMKG Jakarta. Selanjutnya BMG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Perhitungan dilakukan berdasarkan jutaan skenario modelling yang sudah dibuat terlebih dahulu. Kemudian, BMKG dapat mengeluarkan INFO PERINGATAN TSUNAMI. Data gempa ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini lainnya (GPS, BUOY, OBU, Tide Gauge) untuk memberikan konfirmasi apakah gelombang tsunami benar-benar sudah terbentuk. Informasi ini juga diteruskan oleh BMKG. BMKG menyampaikan info peringatan tsunami melalui beberapa institusi perantara, yang meliputi (Pemerintah Daerah dan Media). Institusi perantara inilah yang meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. BMKG juga menyampaikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah terdaftar dalam database BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio yang mempunyai fasilitas RDS/Radio Data System) dan melalui Website BMG (www.bmg.go.id).
Pengalaman serta banyak kejadian dilapangan membuktikan bahwa meskipun banyak peralatan canggih yang digunakan, tetapi alat yang paling efektif hingga saat ini untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah RADIO. Oleh sebab itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawan Tsunami diminta untuk selalu siaga mempersiapkan RADIO FM untuk mendengarkan berita peringatan dini Tsunami. Alat lainnya yang juga dikenal ampuh adalah Radio Komunikasi Antar Penduduk. Organisasi yang mengurusnya adalah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Mengapa Radio ? jawabannya sederhana, karena ketika gempa seringkali mati lampu tidak ada listrik. Radio dapat beroperasi dengan baterai. Selain itu karena ukurannya kecil, dapat dibawa-bawa (mobile). Radius komunikasinyapun relatif cukup memadai.

Minggu, 13 Desember 2009

Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.



Tipe gempa bumi
  1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
  2. Gempa bumi tektonik ; Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,
  3. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
  4. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
  5. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Penyebab terjadinya gempa bumi

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
http://denagis.files.wordpress.com/2009/09/china-earthquake-40_671256c.jpgBeberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi


Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21

    http://jazba.files.wordpress.com/2008/09/earthquake-gallery-3.jpg
  1. 30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  2. 2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
  3. Kerusakan akibat gempa bumi di San Francisco pada tahun 1906
  4. Sebagian jalan layang yang runtuh akibat gempa bumi Loma Prieta pada tahun 1989
  5. 3 Januari 2009 - Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
  6. 12 Mei 2008 - Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi Shichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
  7. 12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
  8. 9 Agustus 2007 - Gempa bumi 7,5 Skala Richter
  9. 6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas.
  10. 27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
  11. 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
  12. 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
  13. 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
  14. 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
  15. 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
  16. 21 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
  17. 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
  18. 25 Januari 1999 - Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
  19. 30 Mei 1998 - Di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
  20. 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
  21. 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
  22. 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
  23. 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
  24. 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  25. 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
  26. 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  27. 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).
  28. 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
  29. 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
  30. 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
  31. 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
  32. 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
  33. 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
  34. 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

      Sabtu, 12 Desember 2009

      Aktivitas Matahari Juga Pengaruhi Perubahan Iklim

      Pada 2006 Indonesia dituduh menjadi negara ketiga terbesar pencemar CO di atmosfer sehingga dituding sebagai salah satu penyebab utama perubahan iklim global. Untuk mengetahui emisi GRK, terutama konsentrasi CO di atmosfer, pada 2006 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional terlibat dalam penelitian.

      Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan merintis pembuatan instrumentasi sistem sampling untuk meneliti konsentrasi CO secara horizontal dan vertikal. Uji coba vertikal dilakukan di Bandung, Jawa Barat, dan Watukosek, Jawa Timur, pada 2006.

      Penelitian dari Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menunjukkan, konsentrasi CO tahun 2004 sebesar 378 ppm dan akan meningkat menjadi 714 ppm.

      ”Hasil analisis data lapangan menunjukkan, CO tidak berpengaruh signifikan pada pemanasan global. Analisis data menunjukkan, konsentrasi sekitar 400 ppm,” ujar Chunaeni Latief, Msc (61), yang dikukuhkan sebagai profesor riset di bidang optoelektronika dan aplikasi laser.

      Untuk melakukan penelitian itu, Chunaeni merancang bangun instrumen pemantau CO. Instrumen terdiri atas sistem ruas atas atmosfer dan sistem ruas Bumi sebagai penerima. Sistem ruas atas atmosfer atau gondola berbasis sensor Vaisala sebagai sensor CO terdiri atas sensor pengukur parameter atmosfer sistem, kontrol, dan pengirim data digital. Sistem ruas Bumi memproses pengukuran di atmosfer.

      Uji coba menunjukkan, instrumentasi ini dapat digunakan untuk penelitian horizontal jarak jauh parameter atmosfer lainnya dengan menyempurnakan sensornya dan menggunakan balon udara. Penelitian CO membuka peluang penelitian fenomena konveksi dan fenomena pendinginan di atmosfer atas akibat munculnya lapisan CO.

      Matahari berperan
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7ztEjZ8DChN4sayDYnpQW7Ib0ScLQBpHkkQyX0keu6g1MqjshomuTO1fzCUinyV5G4CxUkijmNhZhAcXwtzx-Y0-oJiA9lZK_HpI-mfrpjPTZhiVGvKO6kxZwQ3ASm1_omyZEh_cezfw/s400/Badai+Matahari.bmpKecenderungan terjadinya perubahan iklim global dewasa ini tidak hanya diakibatkan oleh aktivitas manusia, tetapi juga dipengaruhi aktivitas siklus Matahari. Dua faktor ini kini berjalan simultan.

      Demikian disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan Thomas Djamaluddin dalam acara Pers Tour di Kantor Lapan Bandung, kemarin.


      ”Data empiris banyak yang menunjukkan, aktivitas Matahari, faktor kosmogenik, punya pengaruh kepada iklim. Mekanismenya masih menjadi perdebatan,” tutur profesor riset di bidang astronomi-astrofisik LIPI ini.

      Beberapa data menunjukkan adanya korelasi iklim dengan siklus Matahari. ”Ada pergeseran tekanan angin di daerah Pasifik yang terkait langsung dengan akivitas maksimum dan minimum Matahari. Sinar kosmik saat aktivitas Matahari minimum berpengaruh pada kondensasi awan,” tuturnya.

      Kamis, 10 Desember 2009

      Meteor jatuh di Afrika Selatan

      http://www.eso-garden.com/images/uploads_bilder/leonid_meteor_shower_2.jpg
      Sebuah meteor yang jatuh di Afrika Selatan mengeluarkan komposisi warna yang sangat indah. Namun hingga saat ini para ahli belum bisa menemukan di mana meteor tersebut mendarat.

      Beruntung, fenomena astronomi langka ini sempat tertangkap kamera CCTV lalu lintas setempat dan disaksikan beberapa saksi mata yang kebetulan melihatnya.

      Dalam rekaman tersebut, cuplikan video pada awalnya memperlihatkan hiruk pikuk lalu lintas yang padat dekat Johannesburg, tempat di mana jatuhan meteor terlihat melintasi langit malam Afrika Selatan.
      Meteor jatuh tersebut terlihat mengeluarkan cahaya hijau terang,s ebelum akhirnya meledak dan berubah menjadi bola api berwarna jingga saat menyentuh kaki langit.


      "Kami melihat bola hijau raksasa menyambangi angkasa. Kemudian bola tersebut berubah warna menjadi biru," kata salah satu saksi mata seperti dikutip dari The Sun, Kamis (26/11/2009).

      "Tiba-tiba terlihat kilatan cahaya, diikuti ledakan cahaya terang yang membuat langit benderang seperti siang hari," ujar saksi mata lainnya.

      Salah satu ahli meteor di Johannesburg Planetarium Claire Flanagan menyebutkan meteorit umumnya kerap datang namun jarang terlihat oleh penghuni Bumi.

      Black Hole

      http://wopat.uchicago.edu/Blackhole.jpgBlack hole atau lubang hitam di luar angkasa memiliki potensi untuk membangun galaksi sendiri. Hal ini diungkapkan astronom dari European Southern Observatory (ESO).

      "Pertanyaan 'mana lebih dulu? telur atau ayam?' yang diasosiasikan dengan galaksi dan lubang hitam menjadi subjek yang paling sering diperdebatkan dalam dunia astrofisika saat ini," kata David Elbaz yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari TG Daily, Rabu (2/12/2009).

      "Hasil studi menguatkan dugaan, lubang hitam raksasa sangat potensial memicu terjadinya formasi gugusan bintang yang kemudian akan membentuk sebuah galaksi. Teori ini juga menjelaskan mengapa galaksi hosting yang lebih besar dari lubang hitam memiliki lebih banyak bintang," tambahnya.

      Tim astronom mengadakan observasi ekstensif mengenai objek ganjil dekat galaksi quasar HE0450-2958, yang terletak pada jarak sekira lima miliar tahun cahaya.

      Hasil observasi pada akhirnya membantah teori yang menyebutkan galaksi quasar tersembunyi di belakang sejumlah besar kumpulan debu. Sebagai gantinya, ilmuwan menemukan bahwa galaksi yang tidak berkaitan di lingkungan sekitar quasar memproduksi sekira 350 bintang per tahun, 100 kali lebih banyak dari jumlah bintang yang dihasilkan galaksi sejenis di semesta

      Minggu, 06 Desember 2009

      Gletser di Gunung Everest Mencair

      Perdana Menteri Nepal Madhav Kumar dan 22 menterinya bertemu di dataran tinggi Kalapathar, tidak jauh dari kaki Gunung Everest, Jumat (4/12). Mereka membahas perubahan iklim yang menyebabkan mencairnya gletser di puncak gunung dan mengancam penduduknya.
      Gletser (es dan salju) telah mencair dengan cepatnya sehingga membentuk sebuah danau glasial yang besar. Dinding danau pun tampak dalam kondisi rawan jebol. Bencana alam akibat banjir bandang tidak hanya mengancam jutaan jiwa warga di lereng dan kaki gunung, tetapi juga bisa meluluhlantakkan jutaan areal pertanian, sumber-sumber ekonomi, dan permukiman warga.
      Es dan salju yang mencair itu lambat laun membuat rute (trek) pendaki gunung tidak stabil dan lebih sulit dilalui. ”Bukit dan gunung biasanya selalu tertutup salju sekalipun pada musim panas. Sekarang salju hanya tampak di puncak tertinggi Everest,” kata Ngyendon (66), warga Syangboche.
      Penduduk terancam
      Bahkan para ilmuwan mengingatkan, jika gletser terus mencair hingga akhirnya hilang, kekeringan akan melanda Asia dalam beberapa dekade mendatang dan 10 sungai besar yang bersumber di Everest bisa kering. Hal itu menjadi ancaman besar bagi 1,3 miliar penduduk yang selama ini bergantung pada sungai-sungai itu.
      ”Kami senang pemerintah mengambil inisiatif sebelum terlambat. Biasanya pihak berwenang baru mau bertindak setelah terjadi musibah. Sekarang kami berharap berbagai tindakan antisipasi yang konkret dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh,” kata Mingma (47), petugas penginapan di Syangboche.
      Pertemuan perdana menteri, dua wakil perdana menteri, dan 20 menteri kabinet Nepal tersebut diadakan sebagai langkah persiapan untuk menghadapi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB tentang perubahan iklim internasional di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember. KTT akan dihadiri sekurangnya 100 negara untuk membahas langkah-langkah konkret mencegah laju pemanasan global.
      Lokasi pertemuan para politisi papan atas Nepal ini berada di Kalapathar, di ketinggian 17.192 kaki atau 5.240 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tempat itu biasanya dijadikan sebagai base camp kelompok pendaki gunung. Sebelumnya, mereka menjalani tes kesehatan di Kathmandu, ibu kota Nepal.
      Setelah naik helikopter dari Kathmandu, Kamis, mereka bermalam di Lukla, sekitar 2.800 mdpl, untuk penyesuaian terhadap perubahan suhu yang amat dingin. Mereka terbang ke Syangboche, di ketinggian 3.900 mdpl, didampingi tim dokter dan paramedis. Seterusnya mereka pun terbang ke Kalapathar untuk memulai pertemuan.
      ”Pemanasan global telah membawa dampak serius terhadap perekonomian nasional,” kata Menteri Keuangan Nepal Surendra Pandey menjelang pertemuan. ”Telah terjadi perubahan pola curah hujan. Gletser mencair,” katanya lagi.
      Biksu mendoakan
      Ketika masih di Syangboche, rombongan biksu menyambut para menteri dengan menabuh gendang tradisional dan mengalungkan para menteri dengan syal sutra. Para biksu juga berdoa memohon kesehatan dan keselamatan para menteri hingga kembali ke Kathmandu.
      Petugas Asosiasi Penyelamatan Himalaya Bikram Neupane dan Subhash Khanal mengatakan, para menteri itu mengenakan jaket tebal dan topi wol. Agar mereka bisa tahan dalam kondisi ekstrem, cuaca amat dingin, kadar oksigen darah mereka pun telah ditingkatkan terlebih dahulu saat pertama kali diadakan pemeriksaan medis di Kathmandu.



      Para politisi Nepal turut serta dalam pertemuan kabinet yang diselenggarakan di dataran tinggi Kalapathar, dekat Gunung Himalaya, Jumat (4/12). Lokasi pertemuan ada di ketinggian 5.240 meter di atas permukaan laut. Perdana Menteri Nepal Madhav Kumar dan 22 menteri dilengkapi dengan tabung oksigen. Para politisi itu tiba di lokasi dengan naik helikopter. Pertemuan bertujuan menyadarkan dunia soal bahaya pemanasan global.

      Pemanasan Global: Adaptasi atau Mati!

      Dunia kian terpojok oleh pemanasan global, dan menurut para ahli umat manusia harus mengikuti contoh dari alam: adaptasi atau mati.

      Ini berarti meninggikan semua bangunan, bendungan, dan tembok laut, dan juga mengalihkan sistem perairan, menghentikan beberapa proyek pembangunan, mengubah cara bertani, dan ujungnya mungkin mengungsikan masyarakat, flora dan fauna.

      Beradaptasi pada kenaikan permukaan laut dan suhu yang memanas diperkirakan akan menjadi topik heboh dalam pembicaraan perubahan iklim PBB di Copenhagen minggu depan, dan tentu diikuti dengan perkiraan biayanya - bisa jadi ratusan miliar dollar AS, dan sebagian besar untuk membiayai negara yang tak mampu.

      Bahwa perihal adaptasi akan menjadi fokus utama saja sudah cukup hebat. Karena sebelum beberapa tahun belakangan ini, para ahli selalu menghindari topik adaptasi terhadap pemanasan global karena takut terdengar fatalistik atau menyebabkan beberapa negara malah undur dari usaha pengurangan emisi.

      "Ini hal yang telah terbengkalai, dan belum dibicarakan. Padahal, seluruh dunia kemungkinan harus melakukannya," kata Rajendra Pachauri, ketua dari panel antarnegara mengenai perubahan iklim. "Adaptasi akan menjadi tak terhindarkan untuk beberapa golongan."

      Sejumlah pakar biologi menunjukkan contoh bagaimana alam menangani pemanasan global. Kupu-kupu biru Adonis yang langka dari Inggris tadinya dikira akan punah karena tak mampu terbang cukup jauh, sedangkan pemanasan global telah membuat habitat mereka tak lagi cocok. Tapi, para ahli dikejutkan karena kupu-kupu tersebut berevolusi demi memanjangkan rongga dada dan sayapnya, sehingga bisa terbang lebih jauh ke daerah yang lebih dingin.

      "Masyarakat juga harus berubah seperti juga alam mulai berubah," kata ahli biologi dari Texas A&M, Camille Parmesan, seorang spesialis perubahan spesies terhadap pemanasan global.

      Tapi kesulitannya adalah perubahan iklim terjadi begitu cepat.

      "Adaptasi merupakan tantangan berat karena percepatan perubahan telah melewati kisaran adaptasi yang telah dilakukan masyarakat di masa lalu ketika perubahan iklim terjadi," kata ketua pengaturan atmosfer dan kelautan nasional Amerika, Jane Lubchenco, yang juga seorang pakar kelautan, pada Kongres, Rabu (2/11).

      Semua kota, negara bagian, dan negara kini tengah berupaya beradaptasi atau setidaknya membicarakan dan mengatur anggaran untuk adaptasi. Berikut ini adalah beberapa contoh:

      * Inggris memperkokoh tembok pengendali banjir pada Sungai Thames, yang memakan biaya sekitar setengah miliar dollar AS.

      * Belanda memperkuat sistem pengendali banjirnya yang kritis

      * California mengubah rancangan pintu air pada daerah pertanian yang vital di delta Sungai Sacramento sehingga bisa tetap bekerja ketika permukaan laut jauh meninggi di daerah itu.

      * Boston meninggikan suatu pusat pemroses sampahnya agar tak banjir ketika permukaan laut naik. New York juga mempertimbangkan meniru proyek ini untuk pusat-pusat pemrosesan airnya.

      * Chicago mengembangkan program untuk menggalakkan tanaman di atas atap dan juga pembuatan atap memantul yang tak terlalu menyerap panas. Usaha ini untuk menurunkan suhu dan membantu penanggulangan gelombang panas.

      * Sejumlah insinyur tengah memasang 'penyedot panas' sepanjang pipa minyak di Alaska, yang dibangun di atas permukaan permafrost, yaitu lapisan tanah yang semestinya selalu beku, namun kini mulai mencair. Penyedot panas itu diharapkan akan mengurangi panas pada tanah.

      * Para peneliti memindahkan beberapa jenis pohon yang terancam perubahan iklim di sepanjang hutan-hujan pesisir British Columbia, dan juga menanam bibit-bibitnya, pada tempat di mana pohon-pohon ini lebih bisa bertahan, seperti di hutan pinus Ponderosa di Idaho.

      * Singapura berencana pada tahun 2011 daerah-daerah rentan banjirnya telah berkurang setengah dan semua kanal dan saluran airnya telah diperlebar dan diperdalam, dan juga menyelesaikan proyek bendungan senilai 226 juta dollar AS di mulut sungai utama kota itu.

      * Di Thailand, ada upaya skala besar untuk perlindungan terhadap kenaikan permukaan laut. Suatu kuil di luar Bangkok telah ditinggikan lebih dari 3 kaki (hampir 1 m).

      * Bangladesh yang merupakan negara miskin pun menghabiskan lebih dari 50 juta dollar AS untuk adaptasi. Negara ini berusaha menangani kenaikan permukaan laut dengan penanganan banjir dan bangunan berkaki (seperti rumah panggung).

      * Presiden Barack Obama dan Kongres sedang mempertimbangkan pengeluaran sekitar 1,2 miliar dollar AS per tahun untuk bantuan iklim internasional, yang juga mengikutsertakan adaptasi. Kepala Sekretariat Iklim PBB, Yvo de Boer, menyatakan bahwa 10 - 12 miliar dollar AS per tahun dibutuhkan dari negara-negara maju terhitung sejak 2012 untuk memulai segala proyek yang direncanakan. Dan kelanjutannya akan menjadi lebih mahal lagi.

      * Bank Dunia memperkirakan bahwa biaya adaptasi akan mencapai 75 - 100 miliar dollar AS per tahun dalam jangka waktu 40 tahun ke depan. Institut Internasional untuk Lingkungan dan Pembangunan (IIED), yaitu suatu lembaga penelitian di London, mengatakan bahwa jumlah itu pun masih terlalu rendah.

      "Mungkin biayanya akan menjadi 200 -300 miliar dollar AS per tahun," kata Chris Hope, seorang dosen sekolah bisnis di Universitas Cambridge yang juga ikut dalam penelitian IIED.

      Walau begitu, Hope mengatakan, kegagalan untuk beradaptasi akan lebih mahal lagi, mungkin rata-rata bisa 6 triliun dollar AS per tahun untuk 200 tahun ke depan. Adaptasi bisa memotong biaya itu sekitar 2 triliun dollar AS per tahun.

      Tiga perempat pengeluaran itu akan diperlukan bagi negara-negara berkembang, menurut para ahli.

      "Negara-negara itu bukanlah penyebab masalah," kata Hope, "Ada sisi pertanggungjawaban moral yang besar bagi kita untuk membantu mereka dari dampak yang sebagian besar disebabkan kita."

      Mengirim dana dari negara makmur kepada yang miskin menimbulkan pertanyaan: siapa yang akan mengendalikan pengeluaran sehingga tak terbuang atau tercuri?

      Sedangkan untuk menyelamatkan flora dan fauna, ilmuwan iklim asal Inggris, Martin Parry mengatakan bahwa dunia harus mengembangkan sistem triase (proses sortir menurut prioritas) untuk menentukan biota mana yang bisa diselamatkan, mana yang tidak mungkin lagi, dan mana yang tak membutuhkan bantuan segera.

      "Ini cara yang brutal."

      Bagaimana dengan manusia?

      Beberapa kepulauan seperti Maladewa dan beberapa kota pesisir takkan bisa selamat dari kenaikan permukaan laut, bagaimanapun dilindungi, kata Saleemel Huq, anggota senior IIED yang mengepalai pusat adaptasi di Bangladesh. Dalam kasus seperti itu, akan dibutuhkan rencana pengungsian terpadu bagi masyarakat dan kota.

      Kata Parmesan, umat manusia harus menyadari hal ini: "Beberapa daerah takkan bisa lagi dijadikan pemukiman dalam 100 tahun ke depan."


      Illustration: the diminishing ice layers on the North Pole